RANGKA
(Frame
Body)
Berfungsi :
Ø Sebagai penopang mesin
Ø Merangkai mesin, sistem rangka dan sistem
kelistrikan menjadi satu kesatuan sepeda motor yang bisa berjalan.
Ø Penyangga penumpang dan beban
Rangka Jenis
Tubular Pola Semi Double Cradle ( Honda
CB 175 )
Rangka Jenis
Tubular Pada Honda WIN
Rangka Jenis Tubular Pola Back Bone
Rangka jenis
tubular pola twin tube ( NSR )
Rangka Pressed
Steel Pola Back Bone( Type Cub )
Rangka Jenis
Pressed Steel Dan Tubular Pola Diamond (T.Bone) GL Series
GANGGUAN :
- Rangka terdengar beresonansi, karena getaran mesin
- Timbul suara abnormal (berderak, mencicit dsb)
- Miring ke satu arah.
PENYEBAB :
- Patah atau retak pd bag sambungan di sekitar batang penopang mesin.
- Rangka retak, patah atau keropos
- Rangka bengkok atau terpuntir
- Dudukan poros garpu belakang aus.
PEMERIKSAAN
RANGKA :
1.
Periksa
rangka dari kebengkokan atau terpuntir.
2.
Luruskan
stang kemudi, periksa kelurusan roda depan dan belakang :
Pastikan
posisi penyetel rantai roda telah tepat.
Pastikan
garpu depan dan belakang tidak mengalami kebengkokan.
3. Ukur jarak sumbu roda depan dan belakang
4. Gunakan cairan penetrant untuk memeriksa
keretakan.
RODA
Berfungsi :
Ø
Sebagai
penopang seluruh berat kendaraan, penumpang dan beban.
Ø
Sebagai
penggerak sepeda motor dari tenaga mesin yang disalurkan melalui sistem
pemindah daya.
Ø
Menyerap
kejutan yang diterima dari permukaan jalan yang tidak rata.
Ø
Sebagai
bidang kontak terhadap permukaan jalan untuk mengontrol arah kendaraan dan
pengereman.
CARA MENGATASI KESUKARAN
Kemudi terasa berat
Ø
Mur
bantalan kepala kemudi terlalu kencang
Ø
Bantalan kepala
kemudi rusak atau tidak berfungsi
Ø
Tekanan
udara ban tidak cukup
Kemudi menarik ke satu arah atau tidak berjalan lurus
Ø
Garpu
bengkok
Ø
Poros
bengkok
Ø
Roda tidak
terpasang dengan baik
Ø
Bantalan
kepala kemudi tidak berfungsi
Ø
Rangka
bengkok
Ø
Bantalan
roda aus
Ø
Komponen
engsel lengan ayun aus
Roda
depan bergoyang
Ø
Pelek
bengkok
Ø
Bantalan
roda depan aus
Ø
Ban tidak
berfungsi
Ø
Poros
depan tidak dikencangkan dengan baik
Roda
tidak berputar dengan lancar
Ø
Bantalan
roda tidak berfungsi
Ø
Poros
depan bengkok
Ø
Rem seret
Ø
Gear
Speedometer macet/seret
BANTALAN RODA
Berfungsi
:
Sebagai
bantalan antara hub/tromol dengan poros, sehingga roda dpt berputar dengan
lancar.
PEMERIKSAAN
BANTALAN
v
Periksa
kelonggaran radial maupun aksial.
v
Putar
lingkaran bagian dalam pada setiap bantalan dengan jari. Bantalan harus
berputar dengan halus dan tanpa suara.
v
Juga
periksa bahwa lingkaran bagian luar bantalan terpasang kencang pada hub.
v
Lepaskan
dan gantikan bantalan jika tidak dapat berputar dengan halus dan tanpa suara,
atau terpasang kendor pada hub.
PEMBONGKARAN BANTALAN RODA
Ø
Lepaskan
sil debu dari hub sebelah kanan roda.
Ø
Pasang
bearing remover head pada bantalan.
Ø
Dari sisi
berlawanan pasang bearing remover shaft dan dorong bantalan keluar dari hub
roda.
Ø
Lepaskan collar
pengantara dan dorong keluar bantalan lain.
KUNCI PERKAKAS
Bearing remover
head, 12 mm
Bearing remover
shaft
PEMBONGKARAN BANTALAN RODA
Ø
Lumasi
semua rongga bantalan dengan gemuk.
Ø
Dorong
masuk bantalan kiri yang baru secara tegaklurus dengan sisi yang mempunyai sil
menghadap ke luar.
Ø
Pasang
collar pengantara, kemudian dorong masuk bantalan sisi kanan dengan sisi yang
mempunyai sil menghadap keluar.
KUNCI PERKAKAS
:
Driver
Attachment, 37x40
mm
Pilot, 12 mm
PERHATIAN !
Ø
Bantalan
roda yang dibongkar/dilepas harus diganti dengan yang baru.
Ø
Oleskan
gemuk pelumas yang cocok pada bantalan terbuka dan bersihkan sebelum
pemasangan.
Ø
Posisi
pemasangan yang benar adalah tanda nama pabrik dan kode ukuran menghadap
keluar.
Fungsi:
Sebagai dudukan
sistim rem dan sebagai penopang roda pada poros
Konstruksi :
Terbuat dari
aluminium dan pada bagian yang kontak
terhadap kanvas rem terbuat dari besi tuang
JARI-JARI
FUNGSI JARI-JARI
v
Sebagai
penghubung teromol roda dengan peleknya.
v
Sebagai
penahan beban kendaraan dan
penumpang; serta meredam getaran/ goncangan dari jalanan dalam arah yang
bervariasi.
KONSTRUKSI
Jari-jari
dipasangkan pada hub/tromol dan rim dengan pola anyaman tertentu dan dibedakan
menjadi :
Jari-jari Luar
:
v
Mempunyai
kebengkokan kurang dari 90º
v
Mempunyai
jarak antara kepala dengan kebengkokan lebih panjang.
v
Terletak
di luar dan pemasangannya searah putaran jarum jam
Jari-jari
dalam
v
Mempunyai
kebengkokan lebih dari 90º
v
Mempunyai
jarak antara kepala dengan kebengkokan lebih pendek.
v
Terletak
di luar dan pemasangannya berlawanan arah putaran jarum jam.
Pola anyaman
jari-jari:
Ø . Jenis rem tromol = 4H.3R
4 lubang pada Hub.
3 lubang pada Rim.
Ø . Jenis rem cakram = 6H.3R
6 lubang pada Hub.
3 lubang pada Ring.
Khusus urrtuk
SMH tipe NSR 150R Pola Anyaman :
Roda depan = 4H.3R
Roda
belakang = 6H.3R
RIM WHEEL
(Paelek)
FUNGSI :
Tempat pemasangan
ban, baik ban luar maupun ban dalam.
Pemeriksaan
Pelek
v
Periksa
keolengan pelek dengan meletakkan roda pada alat pemegang roda.
v
Putar roda
dengan tangan, dan baca keolengan dengan menggunakan indikator pengukur.
v
Keolengan
yang sebenarnya adalah 1/2 dari pembacaan total pada indikator.
BATAS SERVIS :
Radial : 2,0 mm
Aksial : 2,0 mm
T Y R E
(Ban)
Berfungsi :
Ø
Sebagai
penopang seluruh berat kendaraan, penumpang dan beban.
Ø
Menyerap
kejutan yang diterima dari permukaan jalan yang tidak rata.
Ø
Sebagai
bidang kontak terhadap permukaan jalan untuk mengontrol arah kendaraan, gerak
awal, percepatan dan pengereman.
FUNGSI-FUNGSI BAGIAN-BAGIAN BAN
CROWN: Dikonstruksikan untuk menghasil kan traksi
dan gaya pengereman yang besar.
SHOULDER: Bekerja seperti crown bila kenda-raan miring
SIDEWALL: Selama kendaraan berjalan akan melentur terus
menerus untuk menopang Beban kendaraan.
BEAD: Dimaksudkan memberikan kontak yang lunak
antara ban dan rim. Dengan adanya
“kawat bead” ini kekuatan ban akan bertambah.
FUNGSI PATTERN TAPAK (KEMBANG BAN )
1. Menghilangkan
panas yang dibangkitkan ban
2. Mengurangi
noise
3. Menghilangkan
permukaan air jalan
4. Mencekam
permukaan jalan waktu pengereman
PATTERN TAPAK ( KEMBANGAN BAN ) :
a. Rib type
Menahan gelinir
ke samping, noise yang rendah, mempunyai stabilitas yang tinggi. Tepat untuk jalan-jalan beraspal.
b. Lug type
Memberikan traksi dan pengereman yang
istimewa, tepat untuk medan
berbukit-bukit dan kondisi jalan yang jelek.
c. Block type
Traksi istimewa, tepat untuk jalan tidak rata, berpasir.
d. Composite type
Kombinasi dari tipe-tipe di atas.
Contoh kode dan ukuran ban
4.60 - H - 18 4 PR
4,60 = Lebar
ban (Inch)
H = Kode batas kecepatan
18 = Garis tengah lingkaran dalam ban ( inchi)
4PR = Jumlah lapisan penguat
2.75 - 18 - 4 PR/42P
2.75 = Lebar
ban (inchi)
18 = Garis tengah lingkaran dalam ban ( inchi)
4 PR = Jumlah
lapisan penguat
42 = Kode beban maksimum
P = Kode batas kecepatan
Contoh kode dan ukuran ban
100/90 - 18 - 56 P
100 = Lebar ban
(mm)
90 = Perbandingan tinggi dan lebar ban ( % )
18 = Garis tengah lingkaran dalam ban ( inchi)
56 = Kode beban maksimum
P = Kode batas kecepatan
KODE BATAS BEBAN
KODE BATAS KECEPATAN
Pemeriksaan
Ban :
Periksa ban
dari keretakan, kerusakan dan keausan ban.
Gantilah
ban jika keausan ban telah mencapai :
v Kedalaman
minimum kembangan ban = 1 mm.
v Tanda
keausan ban “Δ”
yang disebut ‘TWI” (Tire Wear Indicator)
SISTEM REM
Fungsi :
Mengurangi
kecepatan laju sepeda motor dan
menghentikan sepeda motor untuk menjamin pengendaraan yang aman
Prinsip kerja :
Perubahan energi
kinetik menjadi energi panas dalam bentuk gesekan.
Sistem
Pengereman :
Drum Brake
Disc
Brake
CARA KERJA REM TROMOL
A. SINGLE LEADING SHOE TYPE
(Leading Trailing Shoe Type)
Pedal atau handle rem è kabel atau batang remè bubungan rem
(brake cam)è sepatu rem è tromol rem.
Digunakan semua rem tromol SMH yg
dipasarkan PT AHM
Æ Sepatu rem terdorong ke dalam oleh putaran
tromol è Trailing Shoe
Æ Sepatu rem yg terbawa oleh putaran tromol
dan cenderung melengket è Leading Shoe è Menghasil daya pengereman lebih besar è
Self Energizing
Keausan :
Leading Shoe > Trailing
Shoe
CARA KERJA REM TROMOL
B. DOUBLE
LEADING SHOE TYPE
Memakai dua
bubungan rem (brake cam), sehingga kedua sepatu rem menjadi leading
Digunakan pada
motor –motor besar tipe lama
PEMBONGKARAN
v
Lepaskan
sepatu-sepatu rem dan pegas-pegas dengan menarik dari anchor pinnya
v
Lepaskan
mur, baut dan lengan rem.
v
Lepaskan
pelat indikator keausan, sil debu dan bubungan rem.
PEMERIKSAAN
TROMOL REM
Periksa tromol
rem terhadap keretakan dan keausan
Ukur diameter
dalam tromol rem belakang.
BATAS SERVIS :
Cub , WIN, GLK = 111 mm
GL Pro, Tiger = 131 mm
PERHATIAN !
•
Jangan memakai tekanan udara atau sikat kering
untuk membesihkan rem
•
Debu rem mengandung serat asbes yang dapat
mengakibatkan penyakit kanker
PEMERIKSAAN KANVAS
REM
Ukur ketebalan
kanvas rem (brake lining)
BATAS SERVIS :
2,0 mm
Ganti sepatu rem
sepasang jika ketebalan kanvas rem kurang dari batas servis dan jika terkena
grease
PEMASANGAN
Ø
Lumasi
gemuk pada pin jangkar dan bubungan rem.
Ø
Pasang
bubungan rem pada panel rem.
Ø
Lumasi oli
pada sil dan pasangkan pada panel rem.
Ø
Pasang
pelat indikator keausan pada bubungan rem dengan menepatkan gerigi yang lebih
lebar dengan potongan pada bubungan rem.
Ø
Pasang
lengan rem dengan menepatkan tanda titik antara lengan dan bubungan rem.
Ø
Pasang
baut penjepit lengan rem dan kencangkan
Ø
Pasang
sepatu-sepatu rem dan pegas-pegas.
GANGGUAN REM TROMOL
v Daya pengereman lemah
Ø
Penyetelan
rem tidak tepat
Ø
Tromol rem
aus
Ø
Kanvas rem
aus
Ø
Kanvas-kanvas
rem terkontaminasi
Ø
Bubungan
rem aus
Ø
Lengan rem
tidak terpasang dengan benar
Ø
Sepatu rem
aus pada bidang kontak dengan bubungan
Ø
Kabel rem
macet
v Handle rem lambat atau terlalu keras
Ø
Sepatu rem
aus pada bidang kontak dengan bubungan
Ø
Kerenggangan
berlebihan antara lengan rem dan
bubungan
Ø
Pegas rem
aus atau patas
Ø
Penyetelan
rem tidak tepat
Ø
Tromol rem
macet, akibat terkontaminasi
Ø
Kabel rem
macet
Ø
Kesalahan
pemasangan kanvas rem pada tromol.
REM CAKRAM
CARA KERJA
BRAKE PAD TANPA PENYETELAN
Saat
tidak bekerja
Ø Seal piston tidak berubah bentuk
Ø Piston tidak slip pada seal
Saat
bekerja :
Ø
Seal
piston berubah bentuk
Ø
Piston
tidak slip pada seal
Saat
bekerja, brake pad aus :
Ø
Piston
bergerak lebih jauh ke depan
Ø
Piston slip pada seal
PENGGANTIAN MINYAK REM
DENGAN BRAKE BLEEDER
Hubungkan alat
Brake Bleeder ke katup pembuangan
Pompalah handel
alat Brake Bleeder 3 – 4 kali dan longgarkan katup pembuangan, lalu kencangkan
kembali.
Tambahkan minyak
rem ketika tinggi permukaan minyak rem di dalam silinder utama turun
Ulangilah prosedur
tersebut di atas sampai tidak lagi ada gelembung-gelembung udara di dalam slang
plastik.
PERHATIAN !
Periksa tinggi
permukaan minyak rem pada saat membuangudara palsu untuk mencegah agar udara
tidak di pompa masukke dalam sistem.
Jangan
mencampur bermacam-macam merek minyak rem karena tidak cocok satu sama lainnya.
Gunakan air dan
kain yang bersih pada saat pembongkaran.
PENGGANTIAN MINYAK
REM TANPA BRAKE BLEEDER
- Buka tutup master silinder dan diafragma
- Isi minyak rem sampai batas upper
- Hubungkan pipa pada katup pembuangan
- Pompa handel rem sampai terasa keras, kemudian sambil handel rem ditahan, buka katup pembuangan agar minyak rem keluar bersama gelembung-gelembung udara dan tutuplah katup kembali.
- Ulangi langkah 4 sampai tidak ada lagi gelembunggelembung udara yang muncul pada slang pembuangan
PEMBONGKARAN
MASTER CYLINDER
•
Keluarkan
minyak rem.
•
Lepaskan
tutup karet piston dari piston dan silinder utama.
•
Lepaskan
klip pengunci (snap ring).
•
Lepaskan
piston dan pegas.
•
Bersihkan
bagian dalam silinder utama kotak minyak rem danpiston dengan minyak rem
bersih.
PEMERIKSAAN MASTER CYLINDER
- Periksa master silinder dan piston terhadap adanya keausan, goresan atau kerusakan.
- Ukur diameter dalam silinder utama.
BATAS
SERVIS : 12,76 mm (NF 100D)
3. Ukur diameter luar
piston.
BATAS
SERVIS : 12,64 mm (NF 100D)
PEMERIKSAAN MASTER CYLINDER
Lapisi piston cup dengan minyak rem yang baru dan pasang pd
pistonnya.
Pasang pegas piston pada ujung piston dengan diameter yg lebih besar
menghadap master silinder..
Pasang piston, pegas piston dan piston pada silinder utama
dengan piston cup yang cekung menghadap
sisi dalam
Pasang klip pengunci pada alur di dalam master silinder.
Pasang tutup karet piston ke dalam master silinder dan alur di dalam
piston.
Lumasi daerah kontak antara handel rem dan piston dengan gemuk
silikon.
PEMBONGKARAN
BRAKE CALIPER
v
Keluarkan
minyak rem dari sistem hidraulik.
v
Lepaskan
slang rem, baut nipel oli dan ring perapat.
v
Lepaskan
kanvas rem.
v
Lepaskan
bracket caliper dari badan caliper.
v
Lepaskan
pegas kanvas dan karet tutup pin slide.
v
Letakkan
sebuah lap bengkel di atas piston.
v
Posisikan
caliper agar piston menghadap ke bawah dan semprotkan udara bertekanan ke
saluran masuk minyak rem untuk membantu
mengeluarkan piston.
v
Cuci
bagian-bagian caliper dengan air bersih.
PEMERIKSAAN
Periksa silinder
caliper dan piston terhadap keausan, goresan atau kerusakan lain.
Ukur diameter
dalam silinder caliper
BATAS SERVIS :
25,46 mm (NF100D)
Ukur diameter
luar piston caliper.
BATAS SERVIS :
25,31 mm (NF100D)
PERAKITAN
Lapisi sil piston
dan sil debu baru dengan minyak rem bersih dan pasang pada alur-alur sil di
caliper.
Lumasi piston
caliper dengan minyak rem bersih dan pasang piston ujung terbuka piston
menghadap keluar.
Lumasi bagian
dalam karet tutup pin slide dengan gemuk silikon dan pada badan caliper.
Pasang pegas
kanvas rem pada badan caliper .
Lapisi pin caliper
dengan gemuk silikon dan pasang bracket caliper pada caliper.
Pasang kanvas rem
dan caliper
PEMERIKSAAN
CAKRAM REM
Periksa cakram
terhadap adanya kerusakan atau keretakansecara visual.
Ukur ketebalan
cakram rem pada beberapa titik.
BATAS SERVIS :
3,5 mm
Gantilah cakram
rem apabila melebihi batas servis.
Periksa cakram
rem terhadap keolengan atau perubahan bentuk dengan memastikan bantalan roda
dalam keadaan baik.
BATAS SERVIS :
0,3 mm